Desember 16, 2011

Animasi Anak Bangsa - Transformers Cap Bajaj

Heemmm ...
Animasi singkat "Pada Suatu Ketika" karya Lakon Animasi, sebuah studio animasi yang disinyalir berasal dari Solo, membangkitkan harapan pada karya animasi Indonesia. Kualitas animasi dan perhatian pada detail membuat banyak pengguna internet memuji karya tersebut.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bisakah karya ini dijadikan sebuah film layar lebar? Pertanyaan itu yang jadi ide di balik halaman Facebook berjudul "1001 Dukung Lakon Animasi "Pada Suatu Ketika" Dijadiin Layar Lebar".

Saat dikunjungi Kompas Tekno, Rabu (14/12/2011), halaman itu belum banyak beroleh dukungan. Dari angka 1.001 yang diharapkan, baru ada 34 pengguna yang mengklik "tanda jempol" sebagai bukti dukungan.

Tentunya, untuk bisa jadi sebuah film layar lebar, dibutuhkan upaya yang tidak mudah. Perlu ada kerja keras dan serius, belum lagi modal dana yang tidak sedikit. Dan, ceritanya harus bisa memikat jika mau membuat penonton betah duduk dalam bioskop.

Video animasi "Pada Suatu Ketika" terlanjur menyebar luas dan diminati publik. Akibatnya, muncul seruan/ajakan untuk mendukung video itu agar menjadi sebuah film animasi layar lebar.

Sayangnya, seruan itu ternyata berbeda dengan misi yang diinginkan para pembuatnya. Berikut adalah tanggapan dari Lakon Animasi mengenai video itu yang ditayangkan di Facebook Page mereka:

Menanggapi perkembangan yang terjadi pada terbitan video Lakon "Pada Suatu Ketika" ( LPSK ), kami merasa perlu menginformasikan kembali latar belakang pembuatan video dan mengembalikannya pada misi semula.

Pertama, LaKON animasi bukanlah Studio Produksi Animasi, melainkan lembaga/studi pelatihan animasi yang rencananya akan dilaksanakan di kota Solo. Kami berusaha ikut berpartisipasi, dalam kapasitas yang kami punya, untuk mendukung sektor industri yang kini sudah-sedang dan akan lebih berkembang, seperti yang sudah dimulai oleh studio-studio animasi di Jakarta-Bandung-Jogja-Batam dll.

Sebagai lembaga penciptaan SDM, kami memposisikan diri sebagai pelengkap dari institusi-institusi pelatihan lain, yang sebelumnya sudah lebih dulu ada dan berjalan. Studi LaKON baru akan dimulai pada tahun 2012, dalam format ujicoba.

Kedua, Video LPSK dibuat dalam rangka uji materi pembelajaran dan pelatihan. Reel tersebut dibuat untuk menemukan bugs ( cacat, kelemahan, kekurangan) yang terdapat dalam program yang tengah kami susun, baik itu dalam kurikulum, modul dan wawasan pelaksana program.

LPSK pada awalnya ditujukan untuk pemirsa terbatas di forum LaKON FB dan di media publik yang menekankan pada diskusi dan apresiasi, dalam hal ini situs video-sharing vimeo.

Tanpa mengurangi rasa hormat atas atensi dan tanggapan dari publik yang lebih luas, bahwa pada akhirnya reel tersebut melebar ke media lain, adalah di luar tujuan penerbitan video.

Ketiga, tidak ada wacana dalam agenda kami untuk menjadikan reel/showcase kami untuk keperluan produksi komersial ( film komersial, tv seri, dll). Showcase studi memang kami buat dalam kemasan 'film' ( unsur cerita dan tokoh ) dengan maksud untuk menghubungkan relevansi program pelatihan dengan kebutuhan industri.

Meski dalam kerangka non-komersial, kami akan tetap mempublikasikan showcase-studi berikutnya ke depan, tentunya dalam forum yang lebih terbatas.

Demikian informasi ini kami sampaikan untuk memperjelas status dan misi LaKON beserta showcase-studi kami.

Aduh... Sayang sekali.. Padahal menurut saya inilah animasi yang lebih patut untuk dijadikan teladan atau di contoh, belajar untuk lebih dan lebih menghargai karya anak bangsa.. Apalagi kalau animasinya sebagus itu, sepertinya akan banyak yang meminatinya, tidak hanya menonton bahkan untuk belajar..

Tapi karena dari pembuat berkata seperti itu..
Tetap semangat dalam berkarya ya ^^ ..

INDONESIA BISA !

Ini Videonya kalau mau nonton

Source: http://tekno.kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan isi komentar untuk membangun blog saya jadi lebih baik lagi ...