Desember 31, 2011

Menguap Itu Menular

Menguap lebih menular daripada pilek. Melihat seseorang menguap, hampir pasti Anda juga akan menguap. Bahkan ketika Anda sedang membaca artikel ini, Anda juga bisa menguap. Sudah, tidak usah sungkan-sungkan kalau mau menguap, lepaskan saja uapan Anda...hehehe.....

Manusia bukan satu-satunya makhluk yang menguap. Banyak hewan lain, dari singa hingga ikan, membuka rahangnya lebar-lebar untuk menguap. Tapi, aku mau tanya sama Anda, apa Anda tahu kapan saat ikan menguap ? Manusia menguap sepanjang hari. Ketika bangun tidur, ketika hendak tidur, bahkan saat menonton televisi, kita menguap.

Mengapa manusia menguap ? Robert Provine, seorang psikolog yang mempelajari soal menguap, selama bertahun-tahun telah mengadakan sejumlah percobaan menguap di Universitas Maryland, AS. Ia meminta sukarelawan untuk duduk sendirian di ruang gelap dan berpikir tentang menguap. Ketika mereka ingin menguap, mereka menekan tombol. Ketika menguap selesai, mereka melakukan hal yang sama. Provine menemukan bahwa rata-rata menguap berlangsung sekitar enam detik. Satu orang yang berkonsentrasi kuat-kuat menguap 76 kali dalam 30 menit.

Ketika menguap, kita menengadahkan kepala, rahang jatuh, mata memejam, dan alis berkerut. Provine juga menunjukkan, ketika meregangkan tubuh, biasanya kita juga menguap. Menguap merupakan cara meregangkan kepala dan leher, tetapi menguap juga menghentikan sesaat darah yang mengangkut oksigen agar tidak meninggalkan otak. Jadi, menguap sekaligus membangunkan selain menenangkan kita.

Pertanyaannya sekarang adalah 'mengapa menguap menular ?' Jawabnya karena otak Anda terprogram untuk menanggapi wajah yang menguap. Karena manusia mula-mula hidup berkelompok, menguap mungkin cara menyelaraskan perilaku kelompok. Satu orang menguap yang kemudian membuat yang lainnya menguap juga, bisa diartikan "waktunya tidur, Sayang."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan isi komentar untuk membangun blog saya jadi lebih baik lagi ...